Sugih, Pilek, dan Sugih
Udah lama juga ndak ngisi weblog. Banyak kejadian yang cukup bikin pusing. Sekaligus happy.
Beberapa waktu lalu sempat 'berlibur' semalem di Wisma Kapal Api, Trawas. Ada salah seorang temanku yang kenal dengan pemilik villa itu. Gile bener, villa-nya sih ndak keren2 amat. Masih banyak villa-villa lain yang jauh lebih bagus. Hanya saja, perusahaan kopi Kapal Api ini usianya baru seumur jagung. Jauh lebih tua umur perusahaan kopi yang dirintis kakek-ku. Tapi memang gaya manajemen dan marketing kakek-ku yang khas Orang Jaman Dulu, makanya ndak sugih-sugih....
Udaranya yang dingin, membuat aku betah di sana. Tapi sekembali ke Surabaya, ealah kena udara panas malah membuat aku batuk pilek panas dingin. Alias flu. Dan kemaren pun mbolos kerja. Agak sungkan juga sama bos. Soalnya baru aja dikasi Surat Peringatan I... hihihi gara-gara aku sering dateng terlambat. Yah gimana lagi. Aku pikir, dateng terlambat adalah hakku dan hak teman-teman kantorku lainnya, karena total dalam seminggu, jam kerja kami adalah 43 jam. Lebih lama 3 jam dari waktu yang ditetapkan pemerintah. Seharusnya sabtu libur. Lagipula gaji tidak naik-naik walaupun UMK sudah ditetapkan pemerintah. Apakah bentuk protes ini benar?
Ataukah pemikiran seperti ini yang benar: Aku harus masuk sesuai aturan. Loyal terhadap perusahaan. Menyenangkan hati bos. Melakukan semua kewajiban. Baru menuntut hak. Entah mana yang benar. Yang pasti, di dunia kerja banyak sekali trik dan intrik. Sikut sana sikut sini. Tidak ada yang memikirkan orang lain. Yang ada hanya membuat sugih diri sendiri. Pinter-pinternya kita aja memilh, melakukan mana yang direstui Yang Di Atas.
Beberapa waktu lalu sempat 'berlibur' semalem di Wisma Kapal Api, Trawas. Ada salah seorang temanku yang kenal dengan pemilik villa itu. Gile bener, villa-nya sih ndak keren2 amat. Masih banyak villa-villa lain yang jauh lebih bagus. Hanya saja, perusahaan kopi Kapal Api ini usianya baru seumur jagung. Jauh lebih tua umur perusahaan kopi yang dirintis kakek-ku. Tapi memang gaya manajemen dan marketing kakek-ku yang khas Orang Jaman Dulu, makanya ndak sugih-sugih....
Udaranya yang dingin, membuat aku betah di sana. Tapi sekembali ke Surabaya, ealah kena udara panas malah membuat aku batuk pilek panas dingin. Alias flu. Dan kemaren pun mbolos kerja. Agak sungkan juga sama bos. Soalnya baru aja dikasi Surat Peringatan I... hihihi gara-gara aku sering dateng terlambat. Yah gimana lagi. Aku pikir, dateng terlambat adalah hakku dan hak teman-teman kantorku lainnya, karena total dalam seminggu, jam kerja kami adalah 43 jam. Lebih lama 3 jam dari waktu yang ditetapkan pemerintah. Seharusnya sabtu libur. Lagipula gaji tidak naik-naik walaupun UMK sudah ditetapkan pemerintah. Apakah bentuk protes ini benar?
Ataukah pemikiran seperti ini yang benar: Aku harus masuk sesuai aturan. Loyal terhadap perusahaan. Menyenangkan hati bos. Melakukan semua kewajiban. Baru menuntut hak. Entah mana yang benar. Yang pasti, di dunia kerja banyak sekali trik dan intrik. Sikut sana sikut sini. Tidak ada yang memikirkan orang lain. Yang ada hanya membuat sugih diri sendiri. Pinter-pinternya kita aja memilh, melakukan mana yang direstui Yang Di Atas.





