Thursday, January 26, 2006

Sugih, Pilek, dan Sugih



Udah lama juga ndak ngisi weblog. Banyak kejadian yang cukup bikin pusing. Sekaligus happy.
Beberapa waktu lalu sempat 'berlibur' semalem di Wisma Kapal Api, Trawas. Ada salah seorang temanku yang kenal dengan pemilik villa itu. Gile bener, villa-nya sih ndak keren2 amat. Masih banyak villa-villa lain yang jauh lebih bagus. Hanya saja, perusahaan kopi Kapal Api ini usianya baru seumur jagung. Jauh lebih tua umur perusahaan kopi yang dirintis kakek-ku. Tapi memang gaya manajemen dan marketing kakek-ku yang khas Orang Jaman Dulu, makanya ndak sugih-sugih....

Udaranya yang dingin, membuat aku betah di sana. Tapi sekembali ke Surabaya, ealah kena udara panas malah membuat aku batuk pilek panas dingin. Alias flu. Dan kemaren pun mbolos kerja. Agak sungkan juga sama bos. Soalnya baru aja dikasi Surat Peringatan I... hihihi gara-gara aku sering dateng terlambat. Yah gimana lagi. Aku pikir, dateng terlambat adalah hakku dan hak teman-teman kantorku lainnya, karena total dalam seminggu, jam kerja kami adalah 43 jam. Lebih lama 3 jam dari waktu yang ditetapkan pemerintah. Seharusnya sabtu libur. Lagipula gaji tidak naik-naik walaupun UMK sudah ditetapkan pemerintah. Apakah bentuk protes ini benar?

Ataukah pemikiran seperti ini yang benar: Aku harus masuk sesuai aturan. Loyal terhadap perusahaan. Menyenangkan hati bos. Melakukan semua kewajiban. Baru menuntut hak. Entah mana yang benar. Yang pasti, di dunia kerja banyak sekali trik dan intrik. Sikut sana sikut sini. Tidak ada yang memikirkan orang lain. Yang ada hanya membuat sugih diri sendiri. Pinter-pinternya kita aja memilh, melakukan mana yang direstui Yang Di Atas.

Monday, January 02, 2006

kembang api




Hujan memang tak mampu membendung keinginan warga Metropolis untuk merayakan pergantian tahun. Sabtu malam lalu, ribuan warga masih memadati beberapa ruas jalan utama kota ini. Sebagian lagi memilih menghabiskan malam di tempat-tempat hiburan.
Kepadatan lalu lintas benar-benar terasa mulai di kawasan Raya Darmo dan Diponegoro. Dari sini, aliran kendaraan terlihat berjalan beriringan menuju pusat kota.
Selain itu, kawasan Tambaksari juga tak luput dari serbuan warga. Sebab, di Stadion Gelora 10 Nopember digelar konser musik yang menghadirkan grup musik Padi dan Ari Lasso. Tak kurang dari 40 ribu penonton menyesaki konser ini.
Mantan vokalis Dewa 19 Ari Lasso menyuguhkan beberapa lagu. Misalnya Cinta Sejati dan Keseimbangan yang diambil dari album teranyarnya.
Suasana pergantian tahun yang meriah juga terasa di RedboXX dan Surabaya Supermal Convention Center (SSCC).
Sementara itu, hampir semua hotel yang ada di Surabaya juga membuat acara sendiri-sendiri untuk merayakan malam pergantian tahun. Tiap hotel mengajukan konsep berbeda. Misalnya, Tavern Bar Hyatt Regency Surabaya. Bertema The Night Club, pengunjung yang hadir berdandan ala James Dean atau Jacklyn Onassis.

Suguhan yang agak berbeda dipertontonkan di JW Marriott Surabaya. Yakni, menghadirkan pesulap Surabaya Henry Kappers. Sekitar pukul 10.15, Henry mendatangkan motor Harley-Davidson dalam sebuah kotak. Padahal, sebelumnya kotak tersebut kosong.