Saturday, October 30, 2004

menembus atap





Apa yang belakangan ini ngetrend di Surabaya? Ramadhan? Bukan! Kedatangan artis ibu kota? Juga bukan. Bila Anda berjalan-jalan di beberapa ruas jalan arteri di kota buaya ini, Anda akan disuguhi pemandangan yang menyakitkan mata.
Di sepanjang Jl. Ahmad Yani, misalnya, terdapat sedikitnya lima reklame raksasa yang menembus atap rumah. Salah satunya berada di sebuah toko dekat bundaran Dolog. Di sana, sebuah tiang reklame berdiameter sekitar 70 sentimeter tampak nongkrong di dalam toko. Tiang reklame setinggi sekitar 30 meter itu menembus atap toko yang tingginya hanya sekitar tiga meter. Posisi tiang itu berdempetan dengan meja dan kursi pemilik rumah. Sungguh pemandangan yang tidak biasa. Bisa dibayangkan, apa jadinya jika reklame yang beratnya mungkin mencapai satu ton itu tiba-tiba ambruk, dan menghantam bangunan toko tersebut.
Pemandangan tak jauh berbeda juga tampak di kawasan tengah kota. Misalnya, di Jl. Urip Sumohardjo, Basuki Rachmat, Tunjungan, hingga Kapasan. Selain menembus atap, beberapa reklame juga didirikan secara ngawur di atap bangunan dan dekat rel KA. Para biro reklame sepertinya tak ingin menyisakan sejengkal tanah pun di kota ini.

demo



Kampus UK Petra nyaris diguncang demo, pagi kemarin. Puluhan karyawan hampir melakukan mogok kerja usai upacara Sumpah Pemuda. Mereka minta kenaikan upah. Beruntung, pihak rektorat segera memenuhi tuntutan mereka.
Tanda-tanda demo sudah tampak usai upacara di lapangan Gedung W. Puluhan karyawan yang sebagian berseragam safari itu tidak langsung bekerja. Mereka duduk-duduk di lobi gedung rektorat. Beberapa di antaranya malah menarik kursi panjang dan mendudukinya.
Hingga pukul 09.00, mereka masih melakukan aksi duduk-duduk.
Sebelum aksi itu menjadi panas, tiga perwakilan karyawan didaulat untuk menemui Rektor Paul Nugraha MEng. Selama kurang lebih setengah jam, mereka berdialog. Dan akhirnya, tiga karyawan itu turun sambil membawa kabar gembira.
Sementara itu, pihak rektorat, melalui Humasnya mengakui bahwa mereka memang berencana menaikkan gaji karyawannya.

autodesk dan descreet



Kemaren lusa ada presentasi tentang software-software autodesk, di Ruang AudioVisual Gedung T Lantai 5, UK Petra. Lalu pada jam yang sama di tempat yang sama, kemaren juga ada launching 3dStudioMax 7 dan perkenalan software descreet lainnya. Edian! GUendheng! Bagi pemula seperti aku cuma bisa melongo melihat kepiawaian mereka menggerakkan mouse kesana kemari.
1. Autodesk Revit 6.1
Software ini bisa menggambar bangunan secara 3D langusng, karena ia mengenali elemen sebagai tembok, jendela, pintu, dll, bukan sebagai massa saja. Mirip-mirip ArchiCAD dan Autodesk Architectural Desktop, tapi sepertinya lebih praktis.
2. Descreet Combustion 3
Piranti lunak ini dengan mudahnya melakukan hal-hal yang njlimet bila dikerjakan di Adobe AfterEffects 6. Ia bisa mengedit segala efek seperti blur, blue screen, sembari playback! Bahkan tanpa rendering terlebih dulu. Letak keunggulannya adalah produktifitasnya yang jauh di atas Adobe AE6.

Monday, October 25, 2004

House of Sampoerna




Terletak di "Surabaya lama", kompleks bangunan bergaya kolonial belanda ini dibangun pada tahun 1858 dan saat ini merupakan situs sejarah yang dilestarikan.
Awalnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama.
Komleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan yang lebih kecil di sayap timur dan barat, serta beberapa bangsal luas di belakang auditorium sentral.
Sampai saat ini, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik rokok kretek Dji Sam Soe.
Auditorium sentral saat ini difungsikan sebagai museum dan sayap timur telah disulap menjadi kafe, kios, dan galeri seni. Bangunan di sayap barat tetap dipertahankan sebagai kediaman keluarga.

Museum
Museum di House of Sampoerna (HoS) menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Mulai dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat fasilitas produksi rokok linting tangan dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting sendiri sebatang Dji Sam Soe. Anda dapat bergabung dengan 3900 wanita di pabrik ini, melinting dengan alat tradisional dengan kecepatan lebih dari 325 batang per jam.
Toko Museum di HoS menawarkan berbagai cinderamata, termasuk di dalamnya miniuatur alat linting tradisional, paket cengkeh, buku-buku, dan kaos.

Kafe
Dengan sentuhan art deco, Kafe di Hos memadukan kaca timah asli dan panel kayu jati ukir berusia seabad, aneka hidangan selera barat dan asia, dan live music yang akan mengiringi santap malam Anda pada hari-hari tertentu.

Monday, October 18, 2004

dan hatikupun menangis



Pagi ini pukul 09.00 WIB aku bersama sekitar 25 orang teman-teman Heman Salvation Ministry (HSM) menggelar acara bakti sosial di panti asuhan dan panti jompo Yayasan Bhakti Luhur cabang Wisma Tropodo, Sidoarjo. Hasilnya luar biasa. Dan hatikupun menangis, kala melihat mereka anak-anak yang cacat, tak terurus orang tuanya. Hatikupun pilu, ketika mengobrol bersama oma-oma yang sudah 80an tahun, ditinggal anak dan menantunya. Mereka ada yang cacat mental, autis, idiot, pendengaran baik namun tak bisa bicara, badan kurus kering, karena metabolisme yang tidak sempurna. Namun mereka masih menyimpan suka cita dalam hatinya, dan kebahagiaan terpancar dari raut wajahnya, karena masih ada yang mau merawat mereka, para suster-suster yang setia. Dan kegembiraan mereka berlipat-lipat ganda saat dikunjungi oleh orang-orang yang peduli terhadap mereka.
Ada satu perbincangan 'lucu' antara aku dengan si oma:
Oma (O) : Sinyo ini rumahnya di mana ya?
Aku (A) : Di Siwalankerto, daerah Jemur Sari, oma...
Oma (O) : Oooh, itu kan dekat Kendangsari, rumah oma di Kendangsari. Tolong sampaikan ke menantu Oma supaya ia menjemput oma pulang, oma sudah pengen pulang, bosan di sini.
Aku pun hanya mengiyakan. Semua teman-teman tertawa. Sepertinya aku hanya mengucapkan janji gombal. Apakah mungkin aku ke sana? Oma ini anaknya hanya satu, dan sudah meninggal. Cucunya pun baru satu, kelas 3 SMP. Mungkinkah aku menepati janjiku? Jangan-jangan aku malah diusir menantunya. Jangan-jangan malah caci maki yang kudapat. Yah aku cuman bisa berdoa, semoga Oma ini bisa pulang sesuai harapannya. Semoga Tuhan mendengar doaku.

Friday, October 15, 2004

siwalankerto




Tentang Swalayankerto... eh Siwalankerto!
Nama jalan yang tidak asing bagi segenap penghuni Petra. Jalan kampung selebar 8 meter ini setiap harinya mau tidak mau selalu rame dikunjungi anak-anak petra maupun bukan petra. Truk-truk gandeng berbodi bongsor, beradu dengan sepeda pancal dan abang becak. Segenap pedagang kali lima dan kaki sepuluh berkumpul di sini, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, juga mengisi perut anak petra. Ya! semuanya ada di siwalankerto. Bengkel, mini market, kost-kostan, tukang pigura, warnet wartel, multiplayer game, toko handphone, mesjid, gereja, salon, dan masih banyak lagi. Yang paling mengesankan adalah banyaknya cewek2 manis jalan kaki di siang bolong. Tapi semuanya mendadak berubah menjadi sunyi senyap, di kala liburan semester Siwalankerto pun berubah menjadi kota mati.

Thursday, October 14, 2004

reborn



I am coming back with the heart of love...
Masih teringat masa-masa dahulu, sekitar 4 tahun silam saat aku masih berseragam putih-abu, saat aku baru mengenal dunia maya, saat aku mulai menguatk-atik web.
Masa itu sungguh indah. Belum ada beban pikiran seperti sekarang ini. Ide-ide kreatif pun lebih sering muncul. Dan lahirlah weblog dagangkopi, dengan nuansa coklat-kuning. Ya, karna ortuku adalah seorang pengusaha kopi di pulau dewata.
Namun di setelah masa keemasan itu, ada suatu waktu yang aku sebut the dark ages. Aku harus pindah ke Surabaya untuk mencapai gelar sarjana. Dan lenyaplah waktuku untuk ber-blog-ria.
Terketuk kembali kalbuku, saat omong-omong di tengah malam. Saat mengerjakan proyek Katalisator, bersama partner kerjaku, boNNie angga. Ia seolah menyadarkan kembali sukmaku, perihal dunia catatan harian online.
Dan bagi Anda yang dahulu sempat membaca dagangkopi: deddy, vanda, susan, alfa, dan masih buanyak lagi, mungkin ada rasa kerinduan dalam hati kalian, sama seperti yang kurasakan. Kini aku melahirkan kembali dagangkopi, dengan roh yang baru, walau belum sempat ku-utakatik layoutnya.
Standar gituloh.

katalisator




Akhirnya setelah kurang lebih satu bulan penuh, proyek urban design-ku selesai. Kami memberinya julukan 'Katalisator', yang dalam dunia kimia ia berarti pemercepat suatu reaksi kimia. Yang unik di proyek ini adalah merevitalisasi kawasan eks penjara Kalisosok yang terkenal 'medeni' itu menjadi daerah yang akrab, daerah yang human-oriented, bukan lagi sekadar membangun asal untung, tetapi benar-benar memperhatikan berbagai aspek yang sangat berpengaruh terhadap anak cucu kita, alias pembangunan bekelanjutan.
Seperti yang kita ketahui, daerah penjara Kalisosok tersebut dekat dengan Jalan Rajawali, Jembatan Merah Plaza, bangunan bersejarah Internatio, Hotel Ibis, dan House of Sampoerna.
Nah tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan potensi-potensi yang sudah ada tersebut ke dalam desain. Dan hasilnya adalah Katalisator, sebuah cita-cita yang tidak lagi muluk-muluk, terhadap perkembangan kota Surabaya.