Monday, March 06, 2006

UK Petra Education Exhibition 2006



Hari terakhir pelaksanaan UK Petra Education Exhibition 2006 mengambil tema Student Performance. Sesuai tema, beragam lomba yang melibatkan siswa SMA digelar di Atrium Plaza Tunjungan III. Sebagai penutup, ditampilkan berbagai macam atraksi. Mulai seni bela diri wushu dan taekwondo, tarian nusantara, hingga paduan suara.

Lomba pertama digelar pukul 11.30, yakni PX Teen Enterpreneur Award. Di ajang tersebut, tiap kelompok yang terdiri atas tiga orang mencoba mempromosikan sebuah produk. Mereka juga diwajibkan mempresentasikan di hadapan dewan juri sambil menjelaskan business plan.

Setelah presentasi, tiap kelompok diwajibkan mencari customer. Caranya, mereka melakukan presentasi dan pendekatan ke pelanggan yang menjadi pengunjung Plaza Tunjungan.

Ada 17 kelompok yang mengikuti ajang tersebut. Pemenangnya adalah tim OKS SMA Kristen Petra III. Pemenang mendapat hadiah tunai Rp 2 juta dan jalan-jalan ke Bali selama 6 hari.

Lomba kedua adalah bridge competition. Yakni, lomba desain jembatan dari kayu. Lomba itu tak sekadar memasang dan menyambung kayu hingga menjadi jembatan, tapi juga dinilai kekuatannya terhadap beban berat. Rekornya adalah sebuah jembatan yang mampu menahan beban dengan berat 58 kilogram.

Lomba yang diadakan Jurusan Teknik Sipil itu terbagi menjadi dua kelompok. Yakni, mahasiswa dan siswa SMA. Untuk kategori mahasiswa, pemenang pertama hingga ketiga disabet Nathaniel, Surianto, dan Fredy. Ketiganya adalah mahasiswa Teknik Sipil UK Petra. Sementara itu, kategori SMA dimenangkan Herman dari SMA Stella Maris yang berhasil membuat jembatan seberat 29,88 gram. Jembatan itu mampu menahan beban 58,40 kilogram melebihi rekor yang ditetapkan panitia. Juara kedua juga disabet SMA Stella Maris atas nama Felix. Dia membuat jembatan seberat 28,06 gram dan mampu menahan beban 50,634 kilogram. Jessica Nondolesmono dari SMA Kristen Petra III menduduki juara III dengan berat jembatan 29,18 gram dan mampu menahan beban hingga 49,52 kilogram.

Sebagai penutup acara, ada student performance. Dimulai aksi meluncur dari lantai 5 seperti pada pembukaan pameran pendidikan ini. Kemudian, diikuti atraksi wushu dan taekwondo yang diperagakan mahasiswa UK Petra.

Aksi selanjutnya adalah gelar tari. Yang menarik, mahasiswa dari kawasan Indonesia Timur yang kuliah di UK Petra diminta menampilkan tarian sesuai adatnya. Jika berasal dari Papua, mereka bisa memeragakan tarian adatnya. Kali ini, tariannya dari daerah Papua, Palangkaraya, Toraja, Kupang dan Ambon.

Penutupnya adalah musical fantasy. Yakni, kelompok paduan suara UK Petra menyanyikan secara medley lagu-lagu dari soundtrack film. Antara lain, Titanic, Mr Post Man. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan secara medley dengan tempo beragam. Mulai nada pop hingga irama rancak.

Thursday, January 26, 2006

Sugih, Pilek, dan Sugih



Udah lama juga ndak ngisi weblog. Banyak kejadian yang cukup bikin pusing. Sekaligus happy.
Beberapa waktu lalu sempat 'berlibur' semalem di Wisma Kapal Api, Trawas. Ada salah seorang temanku yang kenal dengan pemilik villa itu. Gile bener, villa-nya sih ndak keren2 amat. Masih banyak villa-villa lain yang jauh lebih bagus. Hanya saja, perusahaan kopi Kapal Api ini usianya baru seumur jagung. Jauh lebih tua umur perusahaan kopi yang dirintis kakek-ku. Tapi memang gaya manajemen dan marketing kakek-ku yang khas Orang Jaman Dulu, makanya ndak sugih-sugih....

Udaranya yang dingin, membuat aku betah di sana. Tapi sekembali ke Surabaya, ealah kena udara panas malah membuat aku batuk pilek panas dingin. Alias flu. Dan kemaren pun mbolos kerja. Agak sungkan juga sama bos. Soalnya baru aja dikasi Surat Peringatan I... hihihi gara-gara aku sering dateng terlambat. Yah gimana lagi. Aku pikir, dateng terlambat adalah hakku dan hak teman-teman kantorku lainnya, karena total dalam seminggu, jam kerja kami adalah 43 jam. Lebih lama 3 jam dari waktu yang ditetapkan pemerintah. Seharusnya sabtu libur. Lagipula gaji tidak naik-naik walaupun UMK sudah ditetapkan pemerintah. Apakah bentuk protes ini benar?

Ataukah pemikiran seperti ini yang benar: Aku harus masuk sesuai aturan. Loyal terhadap perusahaan. Menyenangkan hati bos. Melakukan semua kewajiban. Baru menuntut hak. Entah mana yang benar. Yang pasti, di dunia kerja banyak sekali trik dan intrik. Sikut sana sikut sini. Tidak ada yang memikirkan orang lain. Yang ada hanya membuat sugih diri sendiri. Pinter-pinternya kita aja memilh, melakukan mana yang direstui Yang Di Atas.

Monday, January 02, 2006

kembang api




Hujan memang tak mampu membendung keinginan warga Metropolis untuk merayakan pergantian tahun. Sabtu malam lalu, ribuan warga masih memadati beberapa ruas jalan utama kota ini. Sebagian lagi memilih menghabiskan malam di tempat-tempat hiburan.
Kepadatan lalu lintas benar-benar terasa mulai di kawasan Raya Darmo dan Diponegoro. Dari sini, aliran kendaraan terlihat berjalan beriringan menuju pusat kota.
Selain itu, kawasan Tambaksari juga tak luput dari serbuan warga. Sebab, di Stadion Gelora 10 Nopember digelar konser musik yang menghadirkan grup musik Padi dan Ari Lasso. Tak kurang dari 40 ribu penonton menyesaki konser ini.
Mantan vokalis Dewa 19 Ari Lasso menyuguhkan beberapa lagu. Misalnya Cinta Sejati dan Keseimbangan yang diambil dari album teranyarnya.
Suasana pergantian tahun yang meriah juga terasa di RedboXX dan Surabaya Supermal Convention Center (SSCC).
Sementara itu, hampir semua hotel yang ada di Surabaya juga membuat acara sendiri-sendiri untuk merayakan malam pergantian tahun. Tiap hotel mengajukan konsep berbeda. Misalnya, Tavern Bar Hyatt Regency Surabaya. Bertema The Night Club, pengunjung yang hadir berdandan ala James Dean atau Jacklyn Onassis.

Suguhan yang agak berbeda dipertontonkan di JW Marriott Surabaya. Yakni, menghadirkan pesulap Surabaya Henry Kappers. Sekitar pukul 10.15, Henry mendatangkan motor Harley-Davidson dalam sebuah kotak. Padahal, sebelumnya kotak tersebut kosong.

Saturday, November 05, 2005

the paradise II



Image hosted by Photobucket.com

Photobucket



This is a test post from Photobucket.com

Friday, November 04, 2005

the paradise



Image hosted by Photobucket.com

Thursday, November 03, 2005

Cinta pada Pandangan Pertama atau Keseratus



Apa yang membedakan cinta pada pandangan pertama dan cinta pada pandangan keseratus?
Bentuk visual. Raut wajah, kecantikan, penampilan. Packaging. Bungkus. Kemasan. Dan cinta yang tiba-tiba tumbuh, mendahului rasio. Secepat kilat yang menyambar pemain sepak bola Kolombia yang sedang berlatih. Kejadiannya hanya sepersekian detik. Lalu senyap dan tinggal jejaknya. Rumput yang terbakar, pakaian yang hangus, tangisan keluarga saat pemakaman, karangan bunga, pemberitaan di koran, dan liputan televisi.
Cinta akan rapuh jika dari awalnya meyandarkan diri semata-mata pada ketertarikan visual.

Tetapi cinta pada pandangan keseratus memungkinkan terjadinya sebuah proses pengenalan dan penghayatan yang lebih matang. Lebih komprehensif. Telah mengalami ujian sang waktu dan gerak sejarah. Sehingga terpancarlah inner beauty: yang tak lekang ketika pemiliknya berumur 60 atau 70 tahun. Telah mendapatkan ujian lulus kesabaran: ujian yang tak bisa diselesaikan dengan cumlaude. Kesabaran adalah menjalani 24 jam dalam 1 hari, 30 hari dalam 1 bulan, 12 bulan dalam 1 tahun, 100 tahun dalam 1 abad: tanpa korupsi satu detikpun. Kita harus menempuhnya detik demi detik, berurutan, dan tak ada jalur instan. Tak ada sim salabim. Atau hocus pocus.
Maka cinta pada pandangan keseratus adalah cinta yang tak mudah tergoyahkan. Adalah cinta yang tak membutuhkan sandaran apapun. Adalah cinta yang berdiri di atas kekokohan jejak perjalanannya sendiri. Cinta yang tidak akan berpaling: walau buah semangka telah berdaun sirih.

Adalah mencintai pekerjaan, yang membuat kita bisa menciptakan masterpiece. Pullitzer. Nobel. Adalah cinta dan ketulusan yang melahirkan Nelson Mandela, Mother Teresa, Broken Wings-nya Gibran, atau End of Print-nya David Carson. Dan Gandhi-pun hanya berseru lirih, "Ram!" (Tuhan), ketika tubuhnya tertembus peluru oleh seorang Hindu fanatik: bangsa yang sangat dicintainya. Gandhi tidak pernah menyesal ketulusan cintanya pada India dan rakyatnya, meskipun untuk itu hidupnya harus berakhir dengan tragis.

Cinta sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang kita harapkan, melainkan apa yang akan kita berikan. Dan mencintai adalah mempersembahkan kejujuran. Hanya itu yang pantas dijadikan pedoman nilai untuk setiap hal kehidupan yang berhubungan dengan cinta. Kita bisa bilang bahwa kita mencintai keluarga kita, adik, atau kakak. Atau pacar. Kita bisa bilang bahwa kita mencintai negeri ini, tumpah darah kita.

Tetapi jika itu tidak dilandasi kejujuran, kita tahu telah berijak pada lantai yang salah. Niatnya sendiri sudah nggak pas. "Apa untungnya bagi manusia jika bisa meraih dunia tetapi kehilangan jiwanya?"

Love has nothing to do with what you are expecting to get.
Only with what you are expecting to give

Wednesday, November 02, 2005

Idul Fitri 1 Syawal 1426 H



Dari lisan yang kadang salah berucap
Hati yang kadang salah menduga
Perilaku yang kadang salah bertindak
Janji yang kadang khilaf ditepati

Minal 'aidin wal faidzin
Taqoballahu mina waminkum
Shiyamana washiyamakum
Mohon maaf lahir dan bathin
Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1426 H.